TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
SELAKU
PEMBIMBING IBU HELNAWATY
NAMA : HARITS AL MUFQI
NPM : 13115062
KELAS : 1KA13
TULISAN
1
Budaya Bengkulu

1. Rumah Adat
Rumah adat daerah Bengkulu dinamakan Rumah Rakyat. Rumah Rakyat
merupakan rumah panggung yang terdiri dari 3 kamar yaitu, kamar orang tua,
kamar gadis, dan kamar bujang. Kolong dibawahnya untuk pb venyimpanan kayu
dapur dan barang lainnya. Pada piintu masuk ruang tengah terdapat gambar Buraq,
pertanda ketangguhan hati penduduknya menjalankan agama islam.
Rumah Rakyat terbuat dari kayu meranti dan dilengkapi dengan
tangga masuk dari semen. Pada tiang depan rumah disebalah kiri biasanya
terdapat tanduk kerbau. Hal ini menunjukkan bahwa yang punya runah pernah
mengadakan upacara atau pesta perkawinan. Jumlah tanduk sesuai pula dengan
banyaknya upacara atau pesta yang telah diadakan.
Bagian atas rumah masyarakat Bengkulu
terdiri dari :
·
Atap, terbuat dari
ijuk, bamboo, atau seng
·
Bubungan, ada beberapa
bentuk
·
Pacu = plafon dari
papan atau pelupuh
·
Peran : balok-balok
bagian atas yang menghubungkan
·
Tiang-tiang bagian
atas
·
Kap : kerangka untuk
menempel kasau
·
Kasau : untuk mendasi
reng
·
Reng : untuk menempel
atap
·
Listplang, suyuk,
penyunting
Bagian tengah terdiri dari :
·
Kusen, kerangka untuk
pintu dan jendela
·
Dinding : terbuat dari
papan atau pelupuh
·
Jendela : bentuk biasa
dan bentuk ram
·
Pintu : bentuk biasa
dan bentuk ram
·
Tulusi (lubang angin)
: ventilasi, biasanya di atas pintu dan jendela, dibuat dengan berbagai ragam
hias
·
Tinag penjuru
·
Piabung : tiang
penjuru hal
·
Tiang tengah
·
Bendu : balok
melintang sepanjang dinding
Bagian bawah terdiri dari :
·
Lantai, dari papan,
bamboo, atau pelupuh
·
Geladak, dari papan 8
dim dengan lebar 50cm dipasang sepanjang dinding luar di atas balok
·
Kijing, penutup balok
pinggir dari luar, sepanjang keliling dinding
·
Balok (besar),
kerangka untuk lantai yang memanjang ke depan
·
Tailan : balok sedang
yang berfungsi sebagai tempat menempelkan lantai
·
Blandar : penahan
talian, melintang

2. Pakaian Adat
Pakaian adat yang dipakai kaum pria dari daerah Bengkulu adalah
mahkota deangan gunjai-gunjainya (pita) serta baju model jas tertutup. Ia juga
memakai kalung bersusun, kain songket yang melingkar di pinggang dan celana
sebatas lutut.
Sedangkan wanitanya memakai baju kurung yang disuji dan berkain
songket. Ia juga memakai mahkota, kalung bersusun serta gelang pada kedua belah
tangan. Pakaian ini dipakai untuk upacara pernikahan.

| 3.Tari-tarian Daerah dan musik Bengkulu |
·
Tari Tombak Kerbau
·
Tari Putri Gading
Cempaka
·
Tari Pukek
·
Tari Andun
·
Tari Kejei
·
Tari Penyambutan
·
Tari Bidadari Meminang
Anak
·
Tari Topeng
·
Tari Andun dari Bengkulu
Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
·
Tari Bidadari Teminang
Anak, dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tari adat ini berasal dari
Rejang Lebong.
·
Tari Lanan Belek, tari
ini diangkat berdasarkan cerita rakyat tentang seorang bidadari yang terpaksa
tertinggal, karena saat lagi mandi bersama-sama temannya yang lain selendangnya
diambil orang. Suatu saat selendangnya ditemukan kembali dan bidadari tersebut
kembali pulang meninggalkan si pemuda yang mendendam rindu.
Seni Musik Tradisional Provisni Bengkulu :
·
Geritan yaitu cerita
sambil berlagu
·
Serambeak yang berupa
Petatah-Petitih
·
Andi-andi yaitu Seni
sastra yang berupa nasihat
·
Sambei yaitu seni
vokal khas suku Rejang,biasanya untuk pesta perkawin
4. Senjata Tradisional
![]() |
Keris Bengkulu
|
Senjata tradisional Bengkulu : keris, kuduk, badik, dan rudus.
Keris adalah senjata tradisional daerah Bengkulu. Keris yang dianggap keramat
atau pemberani, panjangnya 13 jari, dan dipakai oleh kepala adat atau
hulubalang. Keris diperguanakan untuk perang, membela diri, dan perlengkapan
upacara adat.
Kuduk adalah sejenis
keris yang berlekuk, bermata satu dengan punggung yang agak tebal. Sarungnya
memakai centalan dan dipakai untuk membela diri dan berburu.
Badik juga sejenis keris
dengan bentuk lurus dan bermata satu. Diapakai untuk berburu dan sebagai
perlengkapan upacara adat.
Rudas adalah sejenis
pedang yang terdiri dari mata, ulu, dan sarung. Dipergunakan untuk berperang,
membela diri dan kelengkapan pada upacara penobatan datuk (kepala adat). Selain
dari itu terdapat pula Pedang Kayu Nibung danKerambit.
5. Suku : Suku
dan marga yang terdapat di daerah Bengkulu adalah Melayu, Rejang, Lebong,
Enggano, Sekah, dan lain-lain.
6. Bahasa Daerah : Melayu, Rejang Lebong, Enggano.
7. Lagu Daerah : Lalan Belek,Ikan Pais,Tabot
5.Tabot Bengkulu
Perayaan Tabot pada
mulanya dibawa dan dikembangkan oleh orang-orang India asal Siphoy yang datang
bersama datangnya tentara Inggris ke Bengkulu tahun 1685. Mereka datang ke
Bengkulu dari Madras-Benggali India bagian selatan, bersama-sama bangsa Inggris
semasa pendudukannya di Bengkulu. Salah satu pendatang tersebut adalah Ulama
Syiah bernama Syeh Burhanuddin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Imam
Senggolo. Seperti telah diuraikan sebelumnya, nama "Tabut"
berasal dari kata Arab yaitu Tabut, yang secara harfiah berarti Kotak Kayu atau
Peti. Konon menurut kepercayaan kaum Bani Israil pada waktu itu bahwa bila
Tabut ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka, akan mendatangkan
kebaikan bagi mereka. Namun sebaliknya bila Tabut tersebut hilang maka akan
dapat mendatangkan malapeta bagi mereka.
Karena upacara ini sudah
cukup lama tumbuh dan berkembang di sebagian masyarakat Kota Bengkulu, maka
akhirnya dipandang sebagai upacara tradisional orang Bengkulu. Baik dari
kalangan kaum Sipai maupun oleh seluruh masyarakat Melayu Bengkulu. Dengan demikian
jadilah Upacara Tabot sebagai Upacara Tradisional dari suku Melayu Bengkulu.
Di Bengkulu sendiri,
upacara Tabot ini merupakan upacara hari berkabung atas gugurnya Syaid Agung
Husien bin Ali bin Abi Thalib, salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW. Inti dari
upacara tersebut adalah mengenang usaha dan upaya para pemimpin Syi'ah dan
kaumnya yang berupaya mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husien. Setelah
semua bagian tubuhnya terkumpul kemudian diarak dan dimakamkan di Padang
Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 01
sampai dengan 10 Muharram. Adapun tahapan dari upacara Tabot tersebut adalah
sebagai berikut : Mengambil Tanah, Duduk Penja, Meradai, Merajang, Arak Penja,
Arak Serban, Gam (masa tenang/berkabung) dan Arak Gedang serta Tabot
terbuang.
PROSESI RITUAL TABOT
1. Mengambil
Tanah ( 1 Muharam
pkl 22:00 WIB)
Tanah yang diambil pada
tahapan ini haruslah berasal dari tempat keramat yang mengandung unsur-unsur
magis.
2. Duduk
Penja ( 5 Muharam
pkl 16:00 WIB)
Penja adalah benda yang
terbuat dari kuningan, perak, atau tembaga yang berbentuk telapak tangan
manusia, lengkap dengan jari-jarinya. Penja yang dianggap sebagai benda keramat
yang mengandung unsur magis, harus dicuci dengan air limau setiap tahunnya.
3. Meradai ( 6 Muharam pkl 07:00-17:00 WIB)
Mengumpulkan dana yang
dilakukan oleh Jola (orang yang bertugas mengambil dana untuk kegiatan
kemasyarakatan, biasanya terdiri dari anak-anak berusia 10—12 tahun).
4. Manjara ( 6-7 Muharam pkl 20:00 – 23:00 WIB)
merupakan acara berkunjung
atau mendatangi kelompok lain untuk beruji atau bertanding dal (alat musik
sejenis beduk, yang terbuat dari kayu dengan lubang di tengahnya, serta
ditutupi kulit lembu).
5. Arak
Penja ( 8 Muharam
pkl 19:00-21:00 WIB)
Pada acara ini setiap
kelompok Tabot akan mengirimkan regunya sekitar 10-15 orang, yang sebagian
besar terdiri dari anak-anak dan remaja dengan menempuh rute yang telah
ditentukan bersama pada jalan-jalan utama dalam Kota Bengkulu.
6. Arak
Serban ( 9 Muharam
pkl 19:00-21:00 WIB)
Benda yang diarak selain
penja, ada juga Serban / Sorban putih diletakkan pada Tabot Coki (Tabot Kecil),
dilengkapi dengan bendera / panji-panji berwarna putih dan hijau atau biru yang
bertuliskan “Hasan dan Husein” dengan huruf kaligrafi yang indah.
7. Gam
Gam sendiri berasal dari
kata “ghum” yang berarti tertutup atau terhalang. Suatu waktu yang telah
ditentukan dimana pada waktu tersebut semua aktifitas yang berkenaan dengan
upacara Tabot tidak boleh dilakukan termasuk menyembunyikan Dol dan Tassa. Jadi
masa Gam ini dapat disebut juga masa tenang.
8. Arak
Gedang ( 9
Muharam atau malam 10 Muharam)
Dengan diawali acara
ritual pelepasan Tabot bersanding di Gerga masing-masing. Selanjutnya
diteruskan dengan Arak Gedang, yaitu group Tabot bergerak dari markas
masing-masing secara berombongan dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Di
jalan protokol semua Tabot bertemu sehingga membentuk Arak Gedang (Pawai Akbar)
menuju lapangan utama.
9. Tabot
Terbuang
Tabot-tabot disandingkan
yang diikuti oleh masing-masing personil kelompok tabot. Pada sekitar pukul
10.00 Wib arak-arakan Tabot dilepas oleh Gubernur Bengkulu untuk menuju komplek
pemakaman umum Karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual tabot terbuang
karena di sana dimakamkan Imam Senggolo (Syeh Burhanuddin) pelopor upacara
Tabot di Bengkulu. Dengan berakhirnya Tabot terbuang maka berakhirlah semua
prosesi ritual upacara Tabot.
Upacara Tabot di Bengkulu
mengandung aspek ritual dan non ritual. Aspek ritual hanya boleh dilakukan oleh
Keluarga Keturunan Tabot yang dipimpin oleh sesepuh keturunannya langsung,
serta memiliki ketentuan-ketentuan khusus dan norma-norma yang harus ditaati
oleh mereka. Sedangkan acara yang mengandung aspek non ritual dapat diikuti
oleh siapa saja.
Tabot yang terus
berkembang dari tahun ke tahun itu lama-kelamaan sudah semakin meninggalkan
arti upacara tabot itu sendiri. Tabot yang sekarang lebih ke acara festival dan
Tabot sendiri dijadikan suatu objek pariwisata di Bengkulu.
Ø Kesimpulan
Indonesia sebagai negara
kepulauan memiliki wilayah yang luas, terdapat 17.504 pulau yang terdiri dari
8.651 pulau yang bernama dan 8.853 pulau yang belum bernama. Selain kekayaan
alam dengan keanekaragaman hayati dan nabati, Indonesia dikenal dengan
keberagaman budayanya, salah satunya terdapat di kepulauan sumatera selatan
yaitu propisnsi Bengkulu.
Provinsi Bengkulu ditinjau
dari letak geografisnya terletak di antara 101001’– 1030 41’
BT dan 20 16’ – 30 31’ LS terletak disebelah
barat pegunungan Bukit Barisan dan memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera
Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung sepanjang lebih kurang 567
kilometer. Karenanya propinsi Bengkulu termasuk dalam kategori wilayah
periferal. Maksud wilayah periferal adalah wilayah yg tidak ekslusif ataupun
eksotis, namun propinsi Bengkulu sering dijadikan sebagai tempat pelarian kaum
migran dari berbagai etnis, baik etnis domestik (Bugis, Madura, Jawa,
Melayu, Minang, Aceh, Bali, Nias dan lain-lain), ataupun etnis
manca (Eropa, Afrika, India, Cina, Persia, Arab dan lain-lain) yang
memiliki latar belakang yang bervariatif. Hal itulah yang kemudian terserap
menjadi kristal kekuatan budaya Bengkulu yang local genius .
Seperti daerah lain nya seperti
daerah betwai dengan ondel-ondel dari betawi yang dipercaya untuk mengusir
roh-roh halus dan kekuatan jahat,banayak sekali budaya di Indonesia ini dan tak
terhitung jumlahnya Indonesia adalah negara yang akan kaya budaya
Ø Saran
Sudah terbukti Indonesia
adalah negara yang kaya akan Budaya,namun saying banyak budaya yang mulai pudar
dikarenakan globalisasi dan majunya teknologi yang membuat budaya seakan
dianggap hal yang lama atau hal yang sudah ketinggalan jaman,padahal budaya
adalah hal / ciri suatu negara yang kaya akan seni,namun remaja jaman sekarang
cendrung gengsi untuk melestarikan budaya mereka sendiri.
Ø Daftar Pustaka
·
http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu



Comments
Post a Comment