NAMA : HARITS AL MUFQI
NPM : 13115062
KELAS : 1KA13
Kesenian dan Kebudayaan
Jepang
TUGAS 2
TUGAS 2
Pakaian Tradisional Jepang
Jepang
memiliki pakaian Tradisional yang disebut Kimono, sudah banyak orang tau bahwa
kimono adalah pakaian Tradisional Jepang. Dahulu kimono digunakan untuk
kegiatan sehari-hari, namun pada saat ini, komono hanya digunakan di
acara-acara khusu. Kimono bisa di pakai oleh pria atau wanita, kimono pria
umumnya lebih sederhana baik dalam design, motif dan juga warnanya yang
biasanya didominasi oleh berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua
atau hitam, sedangkan Kimono untuk wanita dikenal ada beberapa jenis
menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara
yang dihadiri. Disamping itu kimono wanita juga memiliki berbagai aksesoris
tambahan yang cukup banyak.

Upacara Minum The
Upacara
minum teh atau yang dikenal dengan Chadō atau Sadō. Adalah upacara
yang mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara
lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh
dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu).

Ikebana
Ikebana
adalan kesenian merangkai bunga yang berasal dari Negara Jepang. Bunga memiliki
kehormatan dalam kebudayaan Jepang, karena Bungan dianggap sebagai tempat
bersemayamnya Tuhan, sang pencipta. Bunga dirangkai dalam bentuk tertentu dan
diletakkan di altar utama. Awalnya dalam pembuatan bunga sangatlah sederhana,
namun saat ini pembuatan bunga semakin sulit dan kompleks dan di butuh
pembelajaran keahlian dalam pembuatannya.

Tako
Kesenian
Layang-layang ini sudah ada sejak jaman periode Nara (649-793 AD). Design
layang layang dari negeri ini cukup unik dan sangat mudah dibedakan dengan
design layang layang dari negara atau wilayah lain. Mainan ini dianggap
berbahaya karena talinya bisa bersentuhan dan mengganggu aliran kabel listrik
yang bisa berakibat fatal bagi pelaku dan orang lain. Layang layang hanya bisa
dijumpai di event khusus atau dalam festival budaya saja yang mau tidak mau harus
mereka hadirkan.
Kendo dan Judo
Kendo adalah
olah raga bermain pedang bambu sedangkan Jud0 adalah nama dari
olahraga bela diri dari Jepang. Kata Do yang terdapat pada akhiran
kedua kata diatas mempunyai arti yang sama yaitu jalan dan kalau ditulis dengan
huruf kanji mempunyai lambang jalan. Peralatan yang digunakan pada Kendo yaitu
Seragam yang dikenal dengan nama Kendo gi dan hakama, pedang dari bamboo
yang bernama shinai, pelindung kepala atau men, pelindung badan atau do,
pelindung tangan atau kote, pelindung paha atau tare.
Matsuri
Matsuri
adalah suatu festival budaya rakyat yang umumnya berkaitan dengan festival di
kuil baik kuil Shinto (Jinja) maupun kuil Buddha (Tera) yang kebanyakan
diselenggaran pada musim panas, pada saat ini matsuri tidak selalu berarti
berdoa atau sembahyang, hal itu sudah pasti karena kebanyakan orang datang
hanya untuk melihat saja.
Shogi
Shogi atau
catur Jepang adalah permainan papan dari Jepang yang
dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama.
Ciri khas shogi yang sangat membedakannya dari catur adalah sistem memainkan
kembali buah lawan yang sudah ditangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang
tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Kedua belah sisi yang bermain dibedakan
menjadi sente dan gote. Pemain sente memainkan langkah pertama, diikuti pemain
gote, begitu seterusnya secara bergantian hingga selesai. satu set buah shogi
yang berjumlah 20 buah.

Kabuki
Kabuki merupakan
salah satu kebudayaan Jepang yang termasuk jenis seni teater karena
memiliki unsur cerita yang dipadukan dengan seni tari dan musik. Para pemain
mengenakan kostum mencolok dan sangat mewah. Make-up-nya terbilang
dramatis untuk menonjolkan sifat dan karakter tokoh.

Origami
Origami
berasal dari kata ori yang berarti lipat, dan kami yang berarti kertas merupakan
seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian
yang modern. Origami sudah dikenal dibanyak Negara, secara umum untuk membuat
origami kita bisa menggunakan kertas biasa namun kebanyakan origami di Jepang
menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan
kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam
sehingga membuat origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak
berhubungan dengan teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah.

Sudah dijelaskan beberapa kesenian dan
kebudayaan yang ada di Negara Jepang. Jepang memiliki berbagai kebudayaan dan
kesenian yang dikenal banyak orang yang berada diluar Negara tersebut, karena
kebudayaan yang khas maka banyak orang luar yang tertarik dengan kebudayaan
yang dimiliki Jepang.
GEISHA
Geisha merupakan seniman-penghibur tradisional di Jepang. Geisha
mulai muncul dan menjadi sangat umum pada abad ke-18 dan ke-19, dan masih
terkenal hingga sekarang, meskipun jumlahnya sudah mulai menurun. Sebutan lain
untuk Geisha diantaranya “Geiko” dan “Maiko”. Istilah “Geiko” dan “Maiko” mulai dipakai pada jaman Restorasi Meiji.
Istilah Geikomerupakan sebutan lain untuk Geisha
sedangkan Maiko merupakan sebutan untuk
Geisha pemula. Sebutan Maiko hanya
dipakai di daerah Kyoto saja. Saat pertama muncul, semua Geisha adalah
laki-laki, sedangkan saat perempuan mulai mengambil alih peran, istilah Geisha
sempat berubah menjadi Onna Geisha atau
“seniman wanita”. Namun sekarang semua Geisha hanya diperbolehkan untuk
perempuan saja.
Geisha secara tradisional dilatih sejak masih muda. Rumah-rumah
Geisha (atau disebut sebagai Okiya) seringkali
membawa para gadis yang masih muda dari keluarga miskin dan mereka dibesarkan
dan dilatih di rumah tersebut. Selama masa kecil mereka, Geisha pemula awalnya
bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai asisten senior Geisha pemilik rumah
sebagai bagian dari latihan mereka dan untuk membantu biaya pemeliharaan dan
pendidikan mereka. Dan sampai sekarang tradisi pelatihan ini masih ditemukan di
Jepang.
Setelah seorang wanita dinyatakan menjadi seorang Geisha pemula
(maiko) dia akan mulai menemani senior Geisha ke rumah
teh, pesta-pesta, dan perjamuan yang memang sudah merupakan lingkungan kerja
seorang Geisha. Geisha modern sekarang tidak lagi dibeli oleh rumah Geisha
untuk diangkat sebagai anak didik. Menjadi seorang Geisha sekarang sudah
bersifat sukarela. Sekarang, paling banyak Geisha mulai pelatihan mereka saat
masih umur belasan.
SUMO
Sumo adalah gulat gaya Jepang dan Jepang
olahraga nasional. Itu berasal dari zaman kuno sebagai pertunjukan untuk
menghibur para dewa Shinto. Banyak upacara dengan latar belakang agama masih
diikuti hari ini.
Aturan-aturan dasar sumo sangat sederhana: para pegulat yang pertama kali menyentuh tanah dengan apa saja selain telapak kaki, atau yang meninggalkan cincin sebelum lawan, kalah. Perkelahian berlangsung pada cincin yang tinggi, yang disebut “dohyo”, yang terbuat dari tanah liat dan tertutup lapisan pasir. Perkelahian sendiri biasanya hanya berlangsung beberapa detik, atau dalam kasus yang jarang terjadi, sekitar satu menit. Budaya Jepang yang satu ini lumayan populer.
Aturan-aturan dasar sumo sangat sederhana: para pegulat yang pertama kali menyentuh tanah dengan apa saja selain telapak kaki, atau yang meninggalkan cincin sebelum lawan, kalah. Perkelahian berlangsung pada cincin yang tinggi, yang disebut “dohyo”, yang terbuat dari tanah liat dan tertutup lapisan pasir. Perkelahian sendiri biasanya hanya berlangsung beberapa detik, atau dalam kasus yang jarang terjadi, sekitar satu menit. Budaya Jepang yang satu ini lumayan populer.
Di bagian atas pegulat sumo ‘hierarki
tahan Yokozuna (juara agung). Pada saat ini, ada dua Yokozuna, Asashoryu dan
Hakuho, baik dari Mongolia. Setelah pegulat mencapai peringkat Yokozuna, ia
tidak bisa kehilangan status ini tetapi ia akan diharapkan untuk pensiun ketika
hasil mulai memburuk. Banyak mantan pegulat tetap aktif di dunia sumo sebagai
anggota dari Asosiasi Sumo Jepang.
PEMANDIAN UMUM
Di masa lalu, banyak rumah di Jepang
tidak dilengkapi dengan bak mandi. Untuk mengisi kekosongan ini, lingkungan
sento (lit. uang air panas), atau mandi umum adalah tempat di mana penduduk
setempat bisa pergi untuk mencuci sendiri, rendam dalam bak dan bersosialisasi
dengan tetangga.
Dewasa ini, karena sebagian besar rumah
tangga telah mereka mandi sendiri, jumlah sento tradisional telah menurun.
Namun, jenis baru mandi umum dan kamar mandi kompleks, yang menampilkan
berbagai jenis kolam renang, sauna, pusat kebugaran, dan lain-lain telah
muncul, beberapa di antaranya lebih menyerupai taman hiburan dari rumah mandi
yang sederhana.
Beberapa sento, biasanya dalam air panas
kota resor, memanfaatkan air panas alami di air untuk mandi. Dalam hal ini,
mereka dianggap sebagai Onsen mandi. Pemandian umum yang tidak disediakan oleh
mata air panas, gunakan air keran dipanaskan gantinya.
Pemandian umum (publik bahwa siapa pun
dapat menggunakannya sebagai lawan mandi pribadi dari Ryokan dan hotel yang
mungkin hanya terbuka untuk tamu) dapat ditemukan di seluruh Jepang dan biaya
biasanya 200-2.000 yen. Beberapa, ditemukan di kota-kota besar, buka 24 jam
dengan tarif semalam khusus, dan dapat digunakan sebagai alternatif anggaran
akomodasi.
Dengan pengecualian beberapa gaya taman
mandi kompleks, pemandian umum yang dipisahkan oleh jender dan pakaian renang
tidak dipakai.
- Daftar Pustaka
- http://sukajepang.com/macam-macam-budaya-jepang/
- http://www.patriotblog.net/2013/09/macam-macam-kebudayaan-jepang.html
- wikipedia.com




Comments
Post a Comment