SERVICE STRATEGY
Service Strategy Inti
dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy
memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep
ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan,
mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset
strategis perusahaan.
Inti dari Service
Strategy adalah bagaimana Service (yang akan kita jalani) mempunyai Value.
Service Strategy menilai apakah sebuah Service(layanan) layak di
"launch" ke public(customer) atau tidak. Ada 2 hal yang harus di
perhatikan agar suatu Service mempunyai value, yaitu :
1. Utility
1. Utility
2.
Warranty
Ada beberapa hal yang dibahas pada Service Strategy.
diantaranya :
1. Strategy Management
2. Service Portfolio Management
3. Financial Management
4. Business Relationship Management.
5. Demand Management
a. Service Management
Ada 3 hal yang dibahas pada service
management :
1. Strategic Service Assessment
2. Service Strategy Definition
3. Service Strategy Execution
3. Service Strategy Execution
b. Service Portfolio Management
Ada 3 proses di dalam Service
Portfolio :
1. Define and Analyze new or changed Services
2. Approve new or changed Services
3. Service Portfolio Review
1. Define and Analyze new or changed Services
2. Approve new or changed Services
3. Service Portfolio Review
c. Financial Management
Ada 3 cara yang dapat dilakukan dalam
melakukan financial
management :
management :
1. Budgeting
2. Accounting
3. Charging
d. Business Relationship Management
Ada 3 tipe Business Relationship
Management :
1. Internal Service provider
2. External Sercvice provider
3. Shared service provider
e. Demand Management
Untuk bisa melihat atau menebak (forecasting) kemana demand / request-request yang ada, ITIL selalu merujuk kepada istilah PBA (Pattern of Business Activity) yang berisi tentang :
1. Seberapa sering service itu digunakan (Frequency)
Untuk bisa melihat atau menebak (forecasting) kemana demand / request-request yang ada, ITIL selalu merujuk kepada istilah PBA (Pattern of Business Activity) yang berisi tentang :
1. Seberapa sering service itu digunakan (Frequency)
2. Seberapa besar service itu memakai resource (Volume)
3. Seberapa lama service itu dipakai (Duration)
4. Kapan dan dimana saja service itu berjalan (Location)
Design
Layanan
Service atau layanan adalah suatu cara
mengantarkan nilai (value) kepada pelanggan dengan memfasilitasi tercapainya
outcome bagi pelanggan tanpa terlibat atas kepemilikian biaya dan risiko
tertentu. Proses adalah kumpulan aktivitas-aktivitas terstruktur yang didesain
untuk mencapai suatu sasaran (obyektif). Desain adalah suatu proses untuk
membuat suatu nilai bagi manusia.
Mengapa Service Design? Karena service design
adalah suatu upaya menginovasi atau memperbaiki layanan yang sudah ada untuk
membuatnya lebih berguna, dapat digunakan, diinginkan pelanggan, efisien serta
efektif bagi organisasi.
Terdapat lima aspek dalam service design, antara
lain :
1) Solusi layanan untuk layanan baru atau perubahan layanan
2) Sistem informasi manajemen dan tools
3) Teknologi dan arsitektur manajemen
4) Proses, peran dan kemampuan
5) Metode pengukuran dan matrik.
Comments
Post a Comment