MINGGU 1
Subject , Verb , Complement & Modifier
B.
Subject
is the agent of sentence in the active voice
(agen dari suatu kalimat dalam bentuk aktif)
is thing/person that performs or
responsible for the action of a sentence (benda/orang/pihak yang melakukan
kegiatan atau yang bertanggung jawab terhadap suatu aksi dalam suatu kalimat)
normally precedes the verb (biasanya
mendahului verb)
Contoh subjek : I, You, We, They, He, She, It.
Contoh dalam kalimat :
·
I explain how to study English
·
She listens to my explanation
·
They didn’t understand that language
·
Subjek dapat diketahui dari pertanyaan who
(siapa) atau what (apa) yang melakukan perbuatan pada suatu kalimat.f
B. Verb
Verb is the action of a sentence (aksi
atau perbuatan pada suatu kalimat)
Verb phrase: gabungan antara uxiliaries
dengan main verb (kata kerja utama)
Jenis-jenis Verb :
B)
Transitive Verb
Adalah kata kerja yang membutuhkan
objek kalimat.
Contoh : She opened the window
every morning.
2) Intransitive Verb
Adalah kata kerja yang tidak
membutuhkan objek kalimat.
Contoh: My son is sleeping
soundly.
3) Linking Verb
Adalah kata kerja yang berfungsi
menghubungkan antara subjek dengan
complement (pelengkap). Kata yang dihubungkan dengan subjek
tersebut dinamakan subject
complement.
Yang termasuk linking verb adalah appear, be
(am, is, are, was, dll.), become, feel,
look, taste, stay, remain, seem, smell.
Contoh : The food tasted delicious.
4) Auxiliary Verb (kata kerja bantu)
Adalah kata kerja yang bertugas untuk
membantu kata kerja utama dalam sebuah
kalimat. Yang termasuk Auxiliary verb adalah Is, am, are, was, were, do,
does, did, has, have, had, can, could, may, might, will, would, shall, should,
must, ought to, had better.
Contoh : I must go right now.
5) Regular Verb
Yaitu kata kerja yang berubah
secara teratur karena tenses kalimatnya berubah.
Yang termasuk regular verb
adalah: call > called, kick > kicked, crash > crashed dsb.
Contoh: Rahmat published an article on
this page.
6) Irregular Verb
Yaitu kata kerja yang berubah karena tenses
dalam bentuk yang tidak beratur, sehingga tidak dapat diketahui bentuk II dan
III nya kecuali melihat pada kamus.
Yang termasuk irregular verb adalah: sleep
> slept, wake > woke > woken, go > went > gone dsb.
Contoh: She had gone before I came
C. Complement
- -
Berupa noun (kata benda) atau non phrase (frasa kata benda)
- -
Terdapat sebelah verb kalimat aktif
- -
Complement menjawab pertanyaan what (apa) atau whom (siapa)
Contoh :
- Jihoon bought a cake yesterday
- - What did Jihoon buy yesterday ? à a cake
- - He saw Daniel at the movie
- Whom did he see at the
movie ? à Daniel
Catatan : setiap kalimat tidak
harus mempunyai complement
B. MODIFIER
Modifier menjelaskan time (waktu),
place (tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan
- - Bentuk yang paling umum dari modifier
adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah
preposition dan diakhiri dengan sebuah noun
- -
Preposition = on, out, under, behind, etc…
- Modifier menjawab pertanyaan when
(kapan), where (dimana), atau how (bagaimana)
Contoh :
- - Woozi bought a book at a book fair
- Where did Woozi buy a book ? à at at bok
fair
- - She is driving very fast
- How is she driving ? à very fast
MINGGU 2
VERB PHRASE
Verb phrase mungkin sering kita
temui dan kita gunakan pada saat kita mendalami dan menggunakan kalimat dalam
bahasa inggris. Kalau untuk pengertian nya sendiri verb phrase adalah kata kerja
yang tidak berdiri sendiri (terdiri lebih dari satu kata) namun masih
bermakna/berfungsi sebagai kata kerja. Jadi yang di maksud dengan verb phrase
adalah kata kerja yang terdiri dari dua kata atau lebih. Contoh dari kalimat
verb phrase adalah :
“He play piano”
“He is playing piano”
Contoh kalimat pertama adalah
bukan verb phrase karna kata kerja terdiri dari satu kata, sedangkan contoh
kalimat kedua merupakan kalimat verb phrase karna terdiri dari 2 kata “is”
(kata kerja bantu) dan “playing” (kata kerja utama yang diakhiri oleh –ing)
yang berfungsi sebagai kata kerja yang sedang berlangsung.
TENSE
Tense adalah suatu rumus kalimat
yang menjukan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu
perbuatan atau peristiwa. Tense yang akan dibahas adalah past, present, dan
future tense.
-Past Tense
Past tense atau yang sering di
dengar simple past tense merupakan rumusan kalimat yang menunjukan waktu lampau
atau yang sudah terjadi pada masa lalu. Rumus pada tense tersebut adalah :
“Subject + was/were + verb-2 +
Object”
Contoh dari kalimat simple past
tense adalah :
“Gita was played violin
yesterday”
(Gita bermain biola kemarin)
“He was wrote a letter two days
ago”
(Dia menulis sebuah surat dua hari yang lalu)
“They were played football a week
ago”
(Mereka bermain bola seminggu
yang lalu)
Dari contoh kalimat pertama bisa
disimpulkan bahwa subject nya adalah gita, verb-2 nya adalah played (dari
“play”) dan object nya adalah violin dan keterangan waktu nya adalah kemarin
atau “ yesterday”.
Dari contoh kalimat kedua,
subject nya adalah “he” dan verb-2 nya adalah “wrote” (dari “write”) dan object
nya adalah letter dan keterangan waktu nya adalah two days ago (dua hari yang
lalu).
Kapan harus menggunakan “Was” dan
“Were”?
Dalam present past tense kata
“Was” dan “were” adalah kata penghubung antara subject dan verb, jika subject
itu adalah I, He, She, It, atau “nama orang” maka harus menggunakan “was”,
sedangkan jika subject nya itu adalah “they” dan “we” maka harus menggunakan “were” (contoh
kalimat ketiga).
-Present Tense
Present tense atau biasa dikenal
Simple Present Tense adalah rumus kalimat yang menunjukan waktu yang terjadi
dan berkelanjutan. Rumus dari simple present tense adalah :\
“Subjet + verb-1(+s/es)+ Object”
Perhatikan contoh kalimat present
tense :
“We play PUBG every 07,00 PM”
(Kita bermain PUBG setiap jam 7
malam)
“She goes to grandmother’s house
every week”
(Dia pergi ke rumah nenek setiap
minggu)
Dari contoh kalimat pertama bisa
dipahami bahwa “we” adalah subject dan “play” merupakan verb-1, object nya
adalah “PUBG” dan “every 07.00 PM” merupakan kalimat penjelas.
Dan contoh kalimat kedua bisa
disimpulkan bahwa “she” adalah subject dan “goes” adalah verb-1 (dari “go”),
object nya adalah “grandmother’s house”
dan “every week” adalah kalimat penjelas.
Catatan :
Jika subject nya adalah : She,
He, It, atau nama orang verb-1 nya harus ditambahkan –s atau –es, sedangkan
jika subject nya : They, We, I, You verb-1 nya tidak perlu ditambahkan –s, atau
–es.
-Future Tense
Future Tense adalah rumus kalimat
yang terjadi dimasa mendatang atau sebuah perencanaan. Rumus dari future tense
tersebut adalah :
(S + will + verb-1 + O)
atau
(S + be(are,am,is) + going to +
O)
Untuk contoh kalimat nya seperti ini :
“She will visit Prambanan temple”
(dia akan mengunjungi candi
Prambanan)
“They are going to holiday in
Puncak next week”
(mereka akan berlibur di Puncak
minggu depan)
Dari contoh kalimat pertama dapat
dipahami dia akan mengunjungi candi prambanan, dan dari contoh kalimat kedua
bisa dipahami juga bahwa mereka ingin berlibur ke Puncak minggu depan.
Catatan :
“Will” dan “going to” memiliki
arti yang sama yaitu “akan” tapi memiliki sedikit perbedaan, untuk “will”
biasanya digunakan pada waktu perencanaan yang relatif cepat atau dan jelas,
sedeangkan “going to” di gunakan pada persiapan yang akan dilakukan pada jauh-jauh
hari dan belum tentu akan terjadi atau tidak.
MINGGU 3
Pengertian Subject-Verb Agreement
Subject-verb agreement adalah
persesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam hal number,
yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak).
Secara umum pada bentuk simple
present tense, singular verb berupa base form / bare infinitive (bentuk dasar
dari verb) dengan ditambahkan ending (akhiran) -s/-es. Adapun pada plural verb
tanpa ditambahkan ending -s/-es (sebaliknya, plural subjectditambahkan ending
-s/-es). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person
(orang ketiga).
Contoh:
· Rania is Clever. (Rania cerdas) Verb to be
· They like eating out. (Mereka suka
makan diluar.) plural subject,
plural verb
· Annia is Beatiful. (Annia Cantik) Verb to be
Permasalahan pada Subject-Verb
Agreement
Subject-verb agreement menjadi
membingungkan ketika dihadapkan pada
persoalan seperti: subjek berupa collective noun, compound subject, plural form
dengan makna singular, dan indefinite pronoun. Selain itu, ada pula phrase atau
clause yang menyela subjek dan kata kerja sehingga cukup dapat membingungkan
didalam penentuan agreement-nya.
MINGGU 4
PRONOUNS
Pronouns/ kata ganti adalah kata
yang berfungsi untuk menggantikan suatu kata benda atau frasa kata benda. Kata
ganti berfungsi untuk menghindari pengulangan kata benda atau frasa kata benda
yang sama. Terdapat beberapa jenis pronouns, yaitu :
1. Personal Prounon
Personal pronouns adalah kata
ganti pada subjek dan objek yang menunjukan pada orang atau penamaan.
Contoh :
I => Me, You => You, She
=> Her,He => Him, It => It, We => Us,
They => Them
Kalimat :
My father take a glass with her.
She wants fill it with the juice.
2. Possessive Pronouns
Possessive pronouns adalah kata ganti
yang memperlihatkan kepunyaan seseorang atau kelompok. Terdapat dua bentuk
yaitu dependent(berada sebelum kata kerja) dan independent(berada setelah kata
kerja).
· Dependent seperti my, your, his, her,
its, our, their
· Independent seperti mine, yours, his,
hers, its, ours, theirs
Contoh :
· This green bag is hers
· This is not your suitcase
3. Reflexive Pronouns
Reflexive pronouns adalah kata
ganti yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh diri subjek
sendiri atau memberi penekanan pada unsur subjek atau objek.
Contoh :
· This children are old enough to look
after themselves
· Dina made this book by herself
Comments
Post a Comment